Jumat, 08 Maret 2013

Harapan Dalam Lelahmu


Saat mentari sudah pulang keperaduannya, dan bulan menggantikan posisi sang mentari,  aktivitas semua orang sejenak terhenti, melepas kepenatan akan pekerjaan yang membuat tulang mereka saling beradu, membanting tulang di teriknya matahari sambil meratapi masa depan anak-anaknya, membayangkan apa hasil yang diusahakan telah cukup untuk membiayai setoran akan pendidikan buah hatinya, dia menatap dalam ke masa depan, bagaikan terbayang dan berangan – angan anaknya bisa lebih sukses daripada dia. Dia tak pernah memikirkan bagaimana hidupnya, bagaimana keadaan dirinya, yang difikirkannya kebahagian putra dan putri di gubuk yang selalu menantikan kedatangannya. Kepenatan itu terasa hilang dan lenyap seketika, disaat buah hati yang menyambut kedatangannya dengan riang, senyum terpancar dari wajahnya yang sudah tua renta termakan usia tanpa sedikit pun menghilangkan sosok bijaksananya. Kadang senyumnya bisa saja hilang, jika disaat mereka melihat anak-anaknya berderai air mata, termenung menatap keaadaan hidup,hatinya seakan teriris, terenyuh dan di lubuk hatinya dia berangan jika kelak waktu bisa ditambah, dia akan bekerja dan selalu bekerja, demi melihat sang buah hati tersenyum dan mendapatkan apa yang orang lain miliki. Istirahat hanya seketika dia rasakan karna setelah dia merasa letihnya hilang, dan lambungnya sudah diisi oleh sepiring nasi, dia akan kembali bekerja , walaupun mungkin sebagian orang sudah tertidur lelap, dia tetap bekerja yang hanya ditemani hiburan dari satu kubus yang memiliki gambar dan suara, yang hanya sambiran dari pekerjaannya. Tangannya tetap aktif bekerja, terkadang waktu tidurnya tersita,biasanya orang tidur 8 jam, dia tidur hanya 6,5, sampai 4 jam an, Dan jika mentari sudah terbit lagi dia kembali mencari nafkah. Begitulah putaran waktu yang selalu dia gunakan untuk menghidupi kami. Ketulusanmu tak kan tergantikan oleh kami, para anakmu.
Apakah kalian juga merasakan kehangatan seorang ayah yang ku rasakan saat ini??
Ku berjanji akan berusaha sebisaku untuk membantumu..dan membahagiakanmu lewat hasil belajarku
Terima kasih Ayah..
Dari anakmu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar