Saat
mentari sudah pulang keperaduannya, dan bulan menggantikan posisi
sang mentari, aktivitas semua orang sejenak terhenti, melepas
kepenatan akan pekerjaan yang membuat tulang mereka saling
beradu, membanting tulang di teriknya matahari sambil meratapi masa
depan anak-anaknya, membayangkan apa hasil yang diusahakan telah
cukup untuk membiayai setoran akan pendidikan buah hatinya, dia
menatap dalam ke masa depan, bagaikan terbayang dan berangan –
angan anaknya bisa lebih sukses daripada dia. Dia tak pernah
memikirkan bagaimana hidupnya, bagaimana keadaan dirinya, yang
difikirkannya kebahagian putra dan putri di gubuk yang selalu
menantikan kedatangannya. Kepenatan itu terasa hilang dan lenyap
seketika, disaat buah hati yang menyambut kedatangannya dengan riang, senyum terpancar dari wajahnya yang sudah tua renta termakan usia
tanpa sedikit pun menghilangkan sosok bijaksananya. Kadang senyumnya
bisa saja hilang, jika disaat mereka melihat anak-anaknya berderai air
mata, termenung menatap keaadaan hidup,hatinya seakan
teriris, terenyuh dan di lubuk hatinya dia berangan jika kelak waktu
bisa ditambah, dia akan bekerja dan selalu bekerja, demi melihat sang
buah hati tersenyum dan mendapatkan apa yang orang lain miliki.
Istirahat hanya seketika dia rasakan karna setelah dia merasa
letihnya hilang, dan lambungnya sudah diisi oleh sepiring nasi, dia
akan kembali bekerja , walaupun mungkin sebagian orang sudah tertidur
lelap, dia tetap bekerja yang hanya ditemani hiburan dari satu kubus
yang memiliki gambar dan suara, yang hanya sambiran dari
pekerjaannya. Tangannya tetap aktif bekerja, terkadang waktu
tidurnya tersita,biasanya orang tidur 8 jam, dia tidur hanya 6,5,
sampai 4 jam an, Dan jika mentari sudah terbit lagi dia kembali
mencari nafkah. Begitulah putaran waktu yang selalu dia gunakan untuk
menghidupi kami. Ketulusanmu tak kan tergantikan oleh kami, para
anakmu.
Apakah kalian juga merasakan kehangatan seorang ayah yang ku rasakan saat ini??
Ku berjanji akan berusaha sebisaku untuk membantumu..dan membahagiakanmu lewat hasil belajarku
Apakah kalian juga merasakan kehangatan seorang ayah yang ku rasakan saat ini??
Ku berjanji akan berusaha sebisaku untuk membantumu..dan membahagiakanmu lewat hasil belajarku
Terima kasih Ayah..
Dari
anakmu…
