Ku ingin bersuara, tapi ku tak tau apa yang harus kuucapkan. Ingin kusampaikan keluh kesahku kepada mereka semua. Mengapa kesalahan itu selalu tertumpu padaku,padahal orang lain juga , mungkin bisa dikatakan kesalahanku hanya satu yang itupun sangat kecil,dan kesalahan orang lain yang banyak dan lebih besar, dan yang terlihat hanyalah kesalahan kecil . Sebagaimana peribahasa "Semut diseberang lautan tampak gajah dipelupuk mata tak tampak", ibaratnya seperti itulah..Kesialan selalu berada disamping ku, dan tak ada yang membantu ku ntuk melepaskannya. Derita, beban,selalu berpangku dipunggungku. Kenapa..kenapa...
Seharusnya lihatlah kesalahan yang benar-benar fatal akibatnya, bukannya kesalahan yang tak jelas apakah itu benar suatu kesalahan atau tidak. Apabila masalah itu diperbesarkan,mungkin aku juga tak kan lari, karena ku yakin itu bukanlah kesalahan yang fatal, hanya keegoisanmu yang menjadikannya suatu masalah besar, dan yang tidak enaknya, kau mengumbar-umbar nya ke anak didikmu. Apakah anda tidak merasa malu akan berita yang anda sampaikan? itu akan mengubah pemikiran anak didik anda yang beranggapan anda benar-benar sensitif melihat suatu pandangan yang anda anggap tabu. Padahal kami hanya berniat untuk belajar suatu keterampilan,.
Kalau memang tidak suka , nanti lebih baik anda mengajar di suatu sekolah yang satu mahram dengan anda, atau bisa dibilang hanya ada kaum adam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar